London, 3 Desember 2025 – Liga Premier Inggris kembali menyuguhkan drama kelas dunia yang tak terlupakan. Dalam lanjutan pekan ke-14 Fulham vs Man City yang digelar Rabu malam di Craven Cottage, Manchester City berhasil keluar sebagai pemenang dalam laga “gila” yang menghasilkan total 9 gol melawan tuan rumah Fulham.

Skor akhir 5-4 untuk kemenangan The Citizens menjadi bukti betapa rapuhnya pertahanan kedua tim malam ini, sekaligus betapa mematikannya lini serang mereka. Pep Guardiola mungkin akan kehilangan waktu tidurnya memikirkan lini belakang, namun 3 poin krusial berhasil diamankan untuk terus menempel ketat Arsenal di puncak klasemen.
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai pertandingan yang disebut-sebut sebagai Match of the Season ini.
Babak Pertama Fulham vs Man City: Sejarah Baru Erling Haaland
Pertandingan baru berjalan 10 menit, Manchester City langsung tancap gas. Sebuah umpan terukur dari Kevin De Bruyne berhasil disambut oleh Erling Haaland. Tanpa ampun, striker Norwegia itu merobek jala Bernd Leno.
Gol ini bukan sembarang gol. Ini adalah gol ke-100 Erling Haaland di Premier League, sebuah pencapaian fenomenal yang diraihnya dalam waktu yang sangat singkat, memecahkan rekor rasio gol tercepat dalam sejarah kompetisi.
Namun, Fulham bukan tim yang mudah menyerah di kandang. Pasukan Marco Silva merespons dengan permainan cepat (direct football). Di menit ke-20 dan 35, Fulham secara mengejutkan membalikkan keadaan menjadi 2-1 lewat serangan balik yang mengekspos garis pertahanan tinggi City. Babak pertama ditutup dengan skor imbang 2-2 setelah Jeremy Doku menyamakan kedudukan jelang turun minum.
Babak Kedua Fulham vs Man City: Jual Beli Serangan Tanpa Henti
Jika babak pertama seru, babak kedua adalah kekacauan murni. Tidak ada istilah “bertahan” dalam kamus kedua pelatih malam ini.
Fulham sempat membuat fans City terdiam ketika mereka mencetak dua gol cepat di awal babak kedua, mengubah skor menjadi 4-2. Lini belakang City yang digalang Ruben Dias tampak kehilangan koordinasi menghadapi kecepatan sayap Fulham.
Dalam kondisi tertinggal dua gol, mentalitas juara bertahan berbicara. Pep Guardiola melakukan perubahan taktik dengan memasukkan tenaga baru. City mengurung pertahanan Fulham dan berhasil mencetak dua gol balasan dalam tempo 15 menit, mengubah skor menjadi 4-4. Stadion Craven Cottage bergemuruh, penonton netral dimanjakan, sementara suporter kedua tim dibuat senam jantung.
Phil Foden Sang Penyelamat
Ketika pertandingan tampaknya akan berakhir imbang—hasil yang akan merugikan City dalam perburuan gelar juara—magis itu terjadi di menit ke-88.
Memanfaatkan kemelut di depan gawang hasil tepisan kurang sempurna Bernd Leno, Phil Foden muncul dari lini kedua. Dengan ketenangan luar biasa, pemain timnas Inggris ini melepaskan tembakan placing ke pojok kiri gawang yang tak terjangkau.
Skor berubah 5-4 untuk City. Fulham mencoba melancarkan serangan all-out di masa injury time, namun hingga peluit panjang berbunyi, skor tidak berubah. Foden sekali lagi membuktikan dirinya sebagai pemain yang hadir di momen-momen besar (big game player).
Analisis Pasca Laga Fulham vs Man City: Pertahanan Jadi PR Besar
Meski menang, Pep Guardiola tidak bisa sepenuhnya tersenyum lebar. Kebobolan 4 gol dari tim papan tengah seperti Fulham adalah alarm bahaya.
-
Sisi Kanan City Dieksploitasi: Fulham berulang kali berhasil menembus sisi kanan pertahanan City. Kyle Walker yang biasanya solid, malam ini terlihat kewalahan menghadapi kecepatan lawan.
-
Mentalitas Baja: Sisi positifnya, City menunjukkan karakter juara. Tertinggal 4-2 di kandang lawan dan mampu membalikkan keadaan menjadi 5-4 adalah bukti mentalitas yang belum tentu dimiliki tim lain.
Kesimpulan
Kemenangan ini membuat Manchester City tetap menjaga jarak aman dalam persaingan gelar juara Premier League musim 2025/2026. Sementara bagi Fulham, meski kalah, mereka mendapatkan apresiasi luar biasa dari publik karena keberanian mereka meladeni permainan terbuka sang juara bertahan.
Laga 5-4 di Craven Cottage ini akan dikenang sebagai salah satu pertandingan terbaik dan paling liar di musim ini. Bagi Erling Haaland, malam ini akan selalu diingat sebagai malam di mana ia masuk ke dalam buku sejarah 100 gol, meski mungkin ia lebih lega timnya bisa membawa pulang 3 poin penuh.
Baca juga : Analisis Indonesia vs Bahrain: Jadwal & Preview Laga Krusial Kualifikasi Piala Dunia 2026
